Bacaan Imalah dalam Al-Qur’an
Pengertian Imalah
Secara bahasa, imalah (الإمالة)
berarti condong atau miring. Dalam ilmu tajwid, imalah adalah mencondongkan
bacaan harakat fathah ke arah kasrah sekitar dua pertiganya.
Artinya, suara yang seharusnya terbuka (a) dibaca agak mendekati suara i,
sehingga terdengar seperti “ai” atau “é” .
Imalah termasuk dalam kategori bacaan
gharib, yaitu bacaan yang jarang ditemui dalam Al-Qur’an dan memiliki
aturan khusus. Karena sifatnya yang tidak umum, imalah hanya muncul pada
ayat-ayat tertentu dan ditandai dengan tanda khusus dalam mushaf Utsmani .
Macam-Macam Imalah
Imalah terbagi menjadi dua jenis
utama:
|
Jenis Imalah |
Penjelasan |
Contoh |
|
Imalah Shughra (kecil) |
Bacaan fathah condong ke
kasrah, tetapi masih jelas terdengar unsur fathahnya. |
QS. Hud ayat 41 pada lafadz majraha
menurut riwayat Hafash, dibaca majreha. |
|
Imalah Kubra (besar) |
Bacaan fathah lebih kuat
condong ke kasrah, hampir menyerupai bacaan kasrah penuh. |
QS. Yusuf ayat 31 pada lafadz kibārāhunna
menurut sebagian riwayat qira’at, dibaca kibarehuna |
Contoh Bacaan Imalah dalam
Al-Qur’an
Beberapa contoh ayat yang
mengandung bacaan imalah antara lain:
- QS. Hud: 41 → lafadz majraha dibaca
dengan imalah.
- QS. Yusuf: 31 → lafadz kibārāhunna
menurut sebagian riwayat.
- QS. Thaha: 63 → lafadz sihruhu juga
dikenal sebagai bacaan imalah dalam riwayat tertentu.
Dalam mushaf, bacaan imalah
biasanya ditandai dengan tulisan kecil “إمالة” atau tanda wajik di atas huruf
yang dibaca imalah .
Hikmah dan Pentingnya
Mempelajari Imalah
- Menjaga keaslian qira’at: Imalah adalah
bagian dari tradisi bacaan Al-Qur’an yang diwariskan dari para imam
qira’at.
- Melatih ketelitian: Karena jarang muncul,
imalah melatih pembaca untuk lebih teliti terhadap tanda-tanda khusus
dalam mushaf.
- Memperkaya bacaan: Mengetahui bacaan gharib
seperti imalah membuat pembacaan Al-Qur’an lebih sesuai dengan riwayat
yang sahih.
Posting Komentar untuk "Bacaan Imalah dalam Al-Qur’an"
Posting Komentar