Bacaan Isymam dalam Al-Qur’an

 

Bacaan Isymam

Pengertian Isymam

    Secara bahasa, isymam berarti “menggabungkan” atau “mencampur”. Dalam ilmu tajwid, isymam adalah memonyongkan bibir seolah-olah hendak membaca dhammah setelah huruf sukun, tanpa mengeluarkan suara atau napas. Jadi, pembaca tetap melafalkan huruf dengan sukun, tetapi memberi isyarat visual pada bibir untuk menunjukkan adanya dhammah.

Hukum Bacaan Isymam

  • Isymam termasuk bacaan gharib (jarang ditemui) dalam Al-Qur’an.
  • Tidak boleh dilakukan sembarangan; hanya pada tempat yang memang ditetapkan dalam mushaf dan riwayat qira’ah.
  • Hukumnya sunnah untuk diikuti, karena merupakan bagian dari riwayat bacaan Rasulullah S.A.W.

Letak Bacaan Isymam dalam Al-Qur’an

Isymam hanya terdapat pada satu ayat saja, yaitu:

  • Surat Yusuf ayat 11: pada kata تَأْمَنَّا (ta’mannā).
    Di sini, huruf ن pertama disukun, lalu pembaca melakukan isymam dengan memonyongkan bibir seolah-olah ber-dhammah, sebelum melanjutkan ke huruf berikutnya.

Cara Membaca Isymam

  1. Mensukun huruf sesuai kaidah.
  2. Setelah itu, memonyongkan bibir seperti membaca dhammah.
  3. Tidak mengeluarkan suara atau napas tambahan.
  4. Melanjutkan bacaan sesuai hukum tajwid.

Hikmah dan Manfaat

  • Menjaga keaslian bacaan Al-Qur’an sesuai riwayat Rasulullah S.A.W.
  • Memberikan kejelasan pada lafaz yang bisa menimbulkan kerancuan jika dibaca tanpa isymam.
Melatih konsentrasi, ketelitian, dan keseriusan dalam membaca Al-Qur’an.

Posting Komentar untuk "Bacaan Isymam dalam Al-Qur’an"