Bacaan Saktah dalam Al-Qur’an
![]() |
| Bacaan Saktah |
Pengertian Saktah
Secara bahasa, saktah
berarti “diam sejenak” atau “mencegah”. Dalam ilmu tajwid, saktah adalah
berhenti sejenak ketika membaca Al-Qur’an dengan durasi sekitar dua harakat
(setara satu alif) tanpa mengambil napas. Jadi, pembaca berhenti sebentar,
lalu melanjutkan bacaan tanpa bernapas.
Hukum Bacaan Saktah
- Bacaan saktah merupakan bagian dari riwayat bacaan
Rasulullah S.A.W yang diturunkan secara mutawatir.
- Tidak boleh dilakukan sembarangan; hanya pada
tempat-tempat yang memang ditetapkan dalam mushaf dan riwayat qira’ah yang
sahih.
- Termasuk dalam kategori bacaan gharib
(jarang ditemui) sehingga penting dipelajari agar tidak salah dalam
membaca.
Letak Bacaan Saktah dalam
Al-Qur’an
Dalam mushaf Utsmani, bacaan
saktah biasanya ditandai dengan tulisan kecil سكتة. Beberapa tempat yang
terkenal terdapat bacaan saktah antara lain:
- Surat Al-Kahfi ayat 1: setelah kata عِوَجًا sebelum قَيِّمًا.
- Surat Yasin ayat 52: setelah kata مَرْقَدِنَا sebelum هَذَا.
- Surat Al-Qiyamah ayat 27: setelah kata وَقِيلَ sebelum مَنْ.
- Surat Al-Mutaffifin ayat 14: setelah kata كَلَّا sebelum بَلْ.
Cara Membaca Saktah
- Berhenti sejenak (sekitar dua harakat).
- Tidak mengambil napas.
- Melanjutkan bacaan dengan lancar sesuai hukum
tajwid.
Hikmah dan Manfaat
- Menjaga keaslian bacaan Al-Qur’an sesuai riwayat
Rasulullah S.A.W.
- Memberikan kejelasan makna ayat, karena jika dibaca
tanpa saktah bisa menimbulkan kesalahpahaman.
- Melatih konsentrasi dan ketelitian dalam membaca
Al-Qur’an.

Posting Komentar untuk "Bacaan Saktah dalam Al-Qur’an"
Posting Komentar